ANAK DOMBA PASKAH
Setiap tanggal 10 Nisan (4 hari sebelum Paskah), setiap keluarga Yahudi akan memilih seekor anak domba terbaik, membawanya masuk ke dalam rumah, dan menganggapnya sebagai anggota keluarga. Lalu pada tanggal 14 Nisan, anak domba tersebut dibawa ke Bait Suci untuk disembelih.
Kalian berbicaralah kepada seluruh komunitas Israel dan katakan, "Pada tanggal 10 bulan ini [bulan Nisan], mereka masing-masing akan mengambil seekor anak domba untuk kaum keluarganya, seekor anak domba untuk setiap rumah tangga.... Anak domba kalian haruslah tanpa noda, jantan, berumur setahun. Kalian boleh mengambil domba atau kambing, dan kalian akan menjaganya sampai tanggal 14 di bulan yang sama, dan seluruh komunitas Israel akan menyembelihnya pada petang hari." (Keluaran 12:3,5,6)
YESUS MASUK KE YERUSALEM DENGAN MENAIKI KELEDAI
Pada tanggal 10 Nisan (4 hari sebelum Paskah), Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menaiki seekor keledai (Mat 21:1-11, Mar 11:1-11, Luk 19:28-40, Yoh 12:12-16), dengan demikian digenapilah nubuatan nabi Zakaria.
Bersukacitalah dengan segenap hatimu, wahai puteri Sion! Bersorak-sorailah, wahai puteri Yerusalem! Lihat, Rajamu datang kepadamu! Dia benar dan dianugrahi keselamatan, rendah hati dan mengendarai seekor anak keledai, ya, mengendarai seekor keledai jantan muda. (Zakaria 9:9)
Abraham membawa anaknya (Isak) ke Gunung Moriyah (nama lain dari Yerusalem) dengan menaiki keledai untuk dikorbankan kepada Tuhan (Kej 22:1-3). Bapa Surgawi (Roh Tuhan) membawa anak-Nya (Yesus) ke Yerusalem dengan menaiki seekor keledai untuk dikorbankan sebagai Anak Domba Paskah.
Orang Yahudi harus memilih anak domba Paskah yang sempurna, tanpa cacat, dan tanpa noda. Yesus adalah Anak Domba Paskah yang sempurna, tanpa cacat, dan tanpa noda (1 Pet 1:19).
Pada tanggal 10 Nisan, setiap keluarga Yahudi akan membawa seekor anak domba masuk ke dalam rumah. Pada tanggal 10 Nisan, Yesus (Anak Domba Tuhan) masuk ke rumah Bapa-Nya (Bait Suci di Yerusalem).
HOSANA (SELAMATKANLAH KAMI)
Kata bahasa Yunani "hosanna (ωσαννα)" merupakan transliterasi dari kata bahasa Ibrani "hoshiah na (הושיעה נא)" yang artinya "selamatkanlah kami" atau "selamatkanlah sekarang."
Ketika para peziarah datang ke Yerusalem untuk memilih anak domba untuk korban Paskah dan mengetahui bahwa Yesus akan segera memasuki kota, mereka langsung menyambut Yesus dan secara spontan menyanyikan Mazmur 118, sebagai ekspresi kerinduan mereka akan datangnya seorang Mesias (Raja) untuk membebaskan mereka dari penjajahan Romawi dan menegakkan kembali tahta Daud.
Mereka mengambil daun-daun palem dan menghampiri Yesus dan berseru, "Selamatkanlah kami! Diberkatilah dia yang datang atas nama TUHAN, Raja Israel!" (Yohanes 12:13)
Kami memohon kepada-Mu, ya TUHAN, selamatkanlah kami sekarang! Kami memohon kepada-Mu, ya TUHAN, buatlah kami sejahtera sekarang! Diberkatilah dia yang datang atas nama TUHAN. Kami memberkatimu dari bait TUHAN. (Mazmur 118:25-26)
DIBERKATILAH DIA YANG DATANG ATAS NAMA TUHAN (BARUCH HABA BESHEM ADONAI)
Yesus memberitahu orang-orang Yahudi mengenai kedatangan-Nya yang kedua:
"Aku beritahu kalian, mulai dari sekarang, kalian tidak akan melihat Aku lagi sampai kalian mengatakan, 'Baruch haba beShem ADONAI [Diberkatilah dia yang datang atas nama TUHAN].'" (Matius 23:39)
Sejak pembuangan ke Babilonia (tahun 606 SM), Kerajaan Yahudi hilang dan bahasa Ibrani pun hilang. Bahasa Ibrani hanya dipakai ketika membaca alkitab. Tapi, ketika negara Israel lahir kembali pada tahun 1948, di saat yang bersamaan, bahasa Ibrani juga hidup kembali dan ditetapkan sebagai bahasa nasional negara Israel.
Kedatangan Yesus yang kedua adalah untuk menjadi Raja Israel. Semua orang Yahudi akan bersukacita menyambut Mesias mereka dan menyerukan Mazmur 118 dalam bahasa aslinya (bahasa Ibrani):
"Baruch haba beShem ADONAI."
(Diberkatilah Dia yang datang atas nama TUHAN)

Comments
Post a Comment