Hari Raya Purim dan Bangsa yang Tidak Bisa Dikutuk

SEJARAH PURIM

Peristiwa Purim terjadi pada tahun 356 SM di Kerajaan Persia (sekarang negara Iran). Haman marah kepada seorang Yahudi bernama Mordekai karena tidak mau sujud di depannya, kemudian dia memanipulasi Raja Ahasueros untuk mengeluarkan dekrit untuk membunuh semua orang Yahudi yang ada di seluruh Kerajaan Persia. Pada bulan Nisan (bulan pertama), Haman menggunakan purim (undian) untuk menentukan tanggal eksekusi mati orang Yahudi dan terpilihlah tanggal 13 bulan Adar (bulan ke-12). Haman punya waktu hampir setahun untuk mempersiapkan eksekusi.

Namun, TUHAN membalikkan keadaan. Semua orang Yahudi selamat dari kematian. Tiang gantung yang dipersiapkan Haman untuk mengeksekusi Mordekai menjadi alat yang digunakan untuk mengeksekusi mati Haman.

Hari Raya Purim disebut juga "nahafoch hu (ונהפוך הוא)" yang artinya "membalikkan keadaan." Demikianlah nama dari hari raya ini diciptakan oleh Haman, musuh orang Yahudi. Hari raya ini dirayakan oleh orang-orang Yahudi di seluruh dunia pada tanggal 14 Adar, sementara di Israel dirayakan sampai tanggal 15 Adar.

mewajibkan mereka untuk merayakan tanggal 14 dan 15 bulan Adar setiap tahunnya.... Inilah mengapa tanggal-tanggal ini disebut Purim, karena kata pur [פּוּר undian].... Dan supaya tanggal-tanggal ini diingat dan dirayakan oleh setiap generasi, setiap keluarga, setiap daerah, dan setiap kota. Dan supaya tanggal-tanggal Purim ini tidak lenyap dari antara orang-orang Yahudi dan supaya peringatannya tidak berakhir dari keturunan mereka. (Ester 9:21,26,28)

SIAPA HAMAN?

Haman adalah orang nomor 2 di Kerajaan Persia, setelah Raja Ahasueros. Haman sendiri adalah keturunan Agag (Amalek).

Amalek adalah bangsa pertama yang menyerang Israel setelah keluar dari Mesir. Mereka menyerang orang-orang yang paling lemah yang berada di barisan paling belakang rombongan, makanya TUHAN marah dan berjanji untuk memerangi Amalek dari generasi ke generasi (Kel 17:8-16), dan TUHAN memerintahkan bangsa Israel untuk menghapus nama Amalek dari kolong langit (Ula 25:17-19).

Tuhan memerintahkan Raja Saul (anak Kish dari suku Benyamin) untuk membunuh semua orang Amalek, tetapi Saul tidak membunuh Raja Agag, sehingga Tuhan marah kepada Saul dan menyerahkan tahta kerajaan kepada Daud (1 Sam 15:1-35). Ratusan tahun kemudian, TUHAN membangkitkan Mordekai dan Ester yang berasal dari garis keturunan Kish dari suku Benyamin (Est 2:5-7) untuk menyelesaikan tugas dari TUHAN yang gagal dilaksanakan oleh Raja Saul (leluhur mereka dari suku Benyamin) yaitu untuk melenyapkan keturunan Amalek.

Amalek adalah cucu Esau (Kej 36:12), dan Esau adalah orang pertama yang berniat membunuh Israel (Kej 27:41).

TUHAN menjawab, “Esau adalah saudara Yakub. Aku mengasihi Yakub, tetapi Aku membenci Esau.” (Mal 1:2-3, Rom 9:13)

RATU ESTER

Nama Ibrani dari Ratu Ester (istri Raja Ahasueros) adalah "Hadassah הדסה" yang artinya "pohon murad". Pohon murad merupakan tumbuhan bunga yang memiliki aroma wangi yang menyenangkan. Pohon ini melambangkan kedamaian, cinta, dan kemakmuran.

Ester adalah nama orang Persia yang berasal dari kata "stāra" yang artinya "bintang", dan jika ditulis ke dalam aksara Ibrani menjadi "אסתר" yang pengucapannya mirip dengan kata "histar הסתיר" yang artinya "bersembunyi". Ester menyembunyikan identitasnya sebagai orang Yahudi karena disuruh oleh Mordekai.

Setelah Persia mengalahkan Babilonia, Raja Koresh (Persia) membebaskan orang-orang Yahudi yang ditawan oleh Raja Nebukadnezar (Babilonia), untuk kembali ke tanah Israel dan membangun kembali Bait Suci di Yerusalem. Namun demikian, banyak orang Yahudi yang memilih tetap tinggal di Persia, mungkin karena sudah terbiasa hidup nyaman. Sementara jika kembali ke Yerusalem yang pada saat itu merupakan reruntuhan, mereka harus membangun kehidupan mereka lagi dari nol.

Dalam buku Ester, sang penulis sama sekali tidak menyebutkan nama TUHAN. Walaupun TUHAN menyembunyikan wajah-Nya (Ula 31:18, Yeh 39:23-24), namun kita tahu bahwa TUHAN tidak pernah meninggalkan bangsa Yahudi. Tuhanlah yang menempatkan Ester sebagai ratu di Kerajaan Persia untuk menyelamatkan orang Yahudi dari kematian yang dirancang oleh Haman (keturunan Amalek).

Setelah Haman dihukum mati, Raja Ahasueros memberi kuasa penuh kepada Ratu Ester atas seluruh Kerajaan Persia yang terdiri dari 127 provinsi (Est 8:9). Sarah (שרה putri bangsawan), ibu leluhur orang Israel, hidup selama 127 tahun (Kej 23:1).

BANGSA YANG TIDAK BISA DIKUTUK

TUHAN berkata kepada Abraham, "Aku akan memberkati mereka yang memberkatimu, dan Aku akan mengutuk orang yang mengutukmu." (Kejadian 12:3)

Raja Balak dari Moab meminta Bileam untuk mengutuki bangsa Israel. Namun TUHAN menjumpai Bileam dan memperingatkannya supaya tidak mengutuki Israel. Balak kemudian marah kepada Bileam karena bukannya mengutuki, Bileam malah memberkati Israel (Bil 22:2 - 24:25).

Tuhan berkata kepada Bileam, "Kau tidak boleh pergi bersama mereka. Kau tidak boleh mengutuki bangsa itu [Israel] karena mereka diberkati." (Bilangan 22:12)

Oleh karena itu, tidak ada yang bisa mengucapkan mantra [נַ֙חַשׁ֙ nahash, ular] terhadap Yakub, tidak ada sihir yang mempan terhadap Israel. Sekarang akan dikatakan mengenai Yakub dan Israel, "Apakah ini adalah perbuatan Tuhan?!" (Bilangan 23:23)

Hal yang sama juga terjadi pada Rabbi Saul (Rasul Paulus) dari Tarsus. Dia sangat membenci murid Yesus, dan bahkan meminta surat izin kepada Imam Besar untuk menangkap semua pengikut Yesus yang ada di Damaskus (sekarang ibukota Suriah). Namun, di tengah jalan, Yesus menjumpainya dan berkata kepadanya, "Saul, Saul, kenapa kau mempersekusi Aku?" Rabbi Saul kemudian menjadi rasul (orang yang diutus) ke bangsa-bangsa non-Yahudi dan juga merupakan bapa pendiri gereja.

Ini adalah nasihat yang sangat penting. Tuhan tersinggung ketika orang-orang mengejek umat-Nya, bahkan ketika umat-Nya sedang berada di bawah didikan-Nya. Ada kalanya umat TUHAN pantas menerima penghakiman dari TUHAN, tetapi celakalah orang yang menghina umat TUHAN.

TUHAN mengutuk Moab karena mengolok-olok Israel (Yer 48:1-47). Dengan cara yang sama, Tuhan juga tidak akan mentolerir kesombongan gereja-gereja terhadap bangsa Yahudi. Tragisnya, saat ini, banyak gereja memusuhi Israel karena kurangnya pemahaman mereka mengenai Timur Tengah, juga karena pengaruh teori-teori konspirasi serta kampanye anti-Israel. Israel jauh dari sempurna dan harus menghadapi berbagai ketidakadilan. Rasul Paulus meratapi kondisi Israel, namun demikian, dia juga mengatakan bahwa janji TUHAN kepada bangsa Israel tidak akan pernah batal (Rom 9:1-6) dan dia bahkan berdoa supaya bangsa Israel diselamatkan (Rom 10:1). Rasul Paulus kembali menegaskan bahwa TUHAN tidak menolak umat pilihan-Nya (Rom 11:1).

Ketika seluruh bangsa Israel menyembah Baal, TUHAN memberitahu Nabi Elia bahwa TUHAN sudah menyisakan 7.000 orang yang tidak pernah sujud kepada Baal dan tidak pernah menyentuh patungnya (1 Raj 19:18, Rom 11:4). Dengan cara yang sama dan berlaku sampai saat ini, ketika bangsa Israel masih tertutup hatinya kepada Yesus Mesias (2 Kor 3:14-18), TUHAN selalu menyisakan orang-orang Yahudi yang dipilih langsung oleh TUHAN (Rom 11:5) supaya Israel tetap ada di muka bumi ini karena janji TUHAN kepada Abraham, Isak, dan Yakub tidak bisa dibatalkan oleh apapun dan siapapun.

Per tahun 2026, ada sekitar 16 juta orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia. Ada lebih dari 1 juta orang Yahudi yang sudah terbuka selubung hatinya dan menjadi murid Yesus, dan jumlah ini terus bertambah.

Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita berbicara mengenai gereja dan Israel dengan penuh kasih dan rasa hormat, supaya kita tidak menjadi seperti Moab yang menjadi sombong terhadap TUHAN. Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangan-Nya yang kedua nanti adalah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari Anti-Kristus.

HAMAN ADALAH GAMBARAN ANTI-KRISTUS

Peristiwa Purim (ditulis dalam kitab Ester) terjadi di Kerajaan Persia dengan ibu kota Susan. Kota Susan juga disebut dalam kitab Daniel, dimana Daniel yang pada saat itu hidup pada zaman Babilonia, mendapat sebuah penglihatan mengenai peristiwa Hanukah (Dan 8:1-27) dan dalam penglihatan tersebut, dia sedang berada di Susan, provinsi Elam (sekarang Iran barat daya).

Peristiwa Purim maupun Hanukah merupakan gambaran kondisi Israel pada masa Anti-Kristus. Baik Hanukah maupun Purim adalah hari raya yang merayakan kemenangan Tuhan terhadap kekuatan kegelapan. Kedua hari raya ini menggambarkan bahwa musuh-musuh Israel pasti akan selalu kalah.

Peristiwa Purim terjadi di Kerajaan Persia (sekarang Iran) pada tahun 356 SM. Purim menubuatkan bagaimana si jahat akan berusaha menghancurkan bangsa Yahudi pada akhir zaman, meskipun dia akan dihancurkan oleh tipu daya jahatnya sendiri. Seperti Haman yang berharap semua orang sujud di depannya, Anti-Kristus juga akan meninggikan dirinya sendiri dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Seperti Haman yang merancangkan kematian semua orang Yahudi di seluruh wilayah Kerajaan Persia, Anti-Kristus akan mengumpulkan bangsa-bangsa untuk melenyapkan semua orang Yahudi dari seluruh muka bumi.

Peristiwa Hanukah terjadi di Yerusalem pada tahun 165 SM (zaman Yunani kuno). Nabi Daniel menubuatkan peristiwa Hanukah dengan munculnya “Penguasa Jahat” (Anti-Kristus) yang akan mencoba mengasimilasi seluruh umat manusia ke dalam "Tatanan Dunia Baru (New World Order)" (Dan 9:27, 2 Tes 2:3, Wah 13:7-9, dst). Seperti Antiokus (penguasa Suriah-Yunani) yang menajiskan Bait Suci dengan mempersembahkan babi kepada dewa Zeus, Anti-Kristus juga akan menajiskan Bait Suci selama 3,5 tahun dan melarang orang Yahudi untuk merayakan Sabat dan beribadah di Bait Suci. Seperti Antiokus yang menggelari dirinya sendiri sebagai "epifanes" yang artinya "perwujudan" dewa Zeus, Anti-Kristus juga akan meninggikan dirinya sendiri dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.

PEMBEBASAN PURIM DALAM YESUS

Hari Raya Purim adalah hari dimana Tuhan menggagalkan rencana musuh dan menyelamatkan bangsa Yahudi dari kematian. Hari Raya Penebusan Dosa (Yom Kippur) dalam bahasa Ibrani ditulis "יוֹם כִּפֻּרִים" (Ima 23:28) yang bisa juga dibaca "Yom Ke-Purim" yang artinya "hari seperti Purim".

Yom Kippur adalah satu-satunya hari dimana imam besar masuk ke ruang maha kudus dan mempersembahkan seekor lembu dan 2 ekor kambing untuk menghapus dosa umat Israel. Yesus adalah Imam Besar kita (Ibr 5:10, 6:20) yang mempersembahkan darahNya sendiri (dilakukan sekali saja dan berlaku untuk selamanya) untuk mengampuni dosa umat manusia (Ibr 7:27).

Baik Purim maupun Yom Kippur adalah hari untuk merayakan pembebasan kita dari musuh besar kita yaitu kematian, dan kedua hari raya ini menggambarkan pembebasan agung yang kita miliki di dalam Yesus, TUHAN kita.

Karena para pemimpin Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias 2.000 tahun yang lalu, sehingga Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa dan menerimanya dengan sukacita dan bisa menikmati hubungan dengan Tuhannya Abraham, Isak, dan Yakub (Rom 11:11-15). Ketika nama-nama orang non-Yahudi yang percaya kepada Yesus yang ditulis pada Buku Kehidupan Anak Domba, sudah mencapai jumlah yang ditentukan oleh Tuhan, barulah Tuhan akan datang untuk menyelamatkan bangsa Yahudi (Rom 11:25-27). Pada saat itu, Yesus bersama kita (para imamnya) dan balatentara malaikat turun dari surga untuk berperang melawan Anti-Kristus dan pasukannya.

Haman marah karena Mordekai tidak sujud di depannya (Est 3:5). Pada saat Yesus berpuasa 40 hari 40 malam, Setan menawarkan seluruh kekuasaan dunia ini asal Yesus mau sujud dan menyembahnya (Mat 4:8-9, Luk 4:5-7). Doktrin Islam adalah bahwa orang-orang kafir harus tunduk kepada Muslim (Quran 8:12, 8:39, 9:5, 47:4, dst). Semoga kita bisa mengerti siapa Anti-Kristus.

Perangilah mereka [orang-orang kafir] sampai tidak ada lagi fitnah dan agama seutuhnya hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti [dari kekafiran dan masuk Islam], sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (Quran 8:39)

Berikut adalah penglihatan yang diterima oleh Rasul Yohanes mengenai datangnya "Purim (Pembebasan) Besar" yang akan datang:

Aku melihat langit terbuka, dan muncul seekor kuda putih, dan penunggangnya disebut Setia dan Benar. Dalam keadilan, Dia menghakimi dan berperang. Matanya bagaikan nyala api, dan di kepalanya ada banyak mahkota kerajaan [διάδημα diadēma]. Nama-nama tertulis pada-Nya yang tidak seorang pun mengetahuinya kecuali diri-Nya sendiri. Dia mengenakan jubah yang berlumuran darah, dan nama yang digunakan untuk memanggil-Nya adalah "FIRMAN TUHAN." Balatentara yang ada di surga mengikuti-Nya dengan menunggangi kuda-kuda putih dan mengenakan pakaian linen halus berwarna putih bersih. Dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan membunuh bangsa-bangsa. Dia akan memerintah mereka dengan tongkat besi. Dialah yang menginjak-injak alat pemeras anggur, yang mengalirkan air anggur kemarahan yang membara dari TUHAN Yang Mahakuasa. Pada jubahnya dan pahanya tertulis sebuah nama yaitu: "RAJA DARI RAJA-RAJA DAN TUAN DARI TUAN-TUAN." (Wahyu 19:11-16)

Comments