Ritual Membuang Ragi Sebelum Paskah

MEMBUANG RAGI DARI DALAM RUMAH

Ragi adalah mikroorganisme yang digunakan dalam proses fermentasi untuk pembuatan roti atau minuman. Ragi mengubah gula menjadi gas CO2 dan alkohol, yang membuat adonan mengembang, tekstur menjadi lembut, serta memberikan aroma dan rasa khas.

Paskah dimulai dari perjalanan bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. TUHAN memerintahkan bangsa Israel untuk memakan roti tanpa ragi selama 7 hari dimulai dari hari pertama mereka keluar dari tanah Mesir.

Di Mesir, TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, "Selama 7 hari kalian harus makan roti tanpa ragi. Pada hari pertama [15 Nisan], kalian harus membuang ragi dari dalam rumah-rumah kalian. Karena siapapun yang memakan roti beragi dari hari pertama sampai ketujuh, orang tersebut harus disingkirkan dari Israel." (Keluaran 12:15)

Menjelang Paskah adalah hari-hari yang sibuk bagi orang-orang Yahudi. Mereka akan membersihkan seluruh rumah dan membuang semua ragi yang ditemukan. Ragi-ragi tersebut akan dikumpulkan lalu dibakar. Ada juga yang menjualnya atau memberikannya kepada orang non-Yahudi. Komunitas Yahudi Sefardik menutupi seluruh permukaan rumah dengan kertas aluminium, mungkin bagi mereka cara ini lebih praktis.

YESUS MEMBERSIHKAN RUMAH BAPA-NYA

Ketika orang-orang Yahudi membersihkan rumah, mereka melibatkan anak-anak mereka untuk ikut bersih-bersih, jadi anak-anak tidak hanya duduk diam melihat orangtuanya bekerja.

Menjelang Paskah (10 Nisan), Yesus masuk ke Yerusalem dengan menaiki seekor keledai. Ketika sampai di Bait Suci, Yesus membersihkan Rumah Bapa-Nya itu dari para pedagang kurban Paskah.

Yesus pergi ke Rumah Tuhan dan mengusir semua yang berjual beli disana, baik itu para pedagang maupun pembeli. Dia mengobrak-abrik meja para penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati. Dia berkata kepada mereka, "Ada tertulis bahwa Rumah-Ku akan disebut Rumah Doa, tapi kalian menjadikannya sarang pencuri." (Matius 21:12-14)

MAKNA RAGI SECARA SPIRITUAL

Ragi melambangkan kemunafikan, kesombongan, kejahatan, kebencian, dan dosa-dosa lain. Hari Raya Roti Tanpa Ragi (Paskah) mengharuskan membuang semua ragi, bisa diterjemahkan: membuang semua dosa.

Pernyataan "satu apel busuk akan membuat seluruh apel di dalam keranjang menjadi busuk" adalah benar secara ilmiah dan kiasan. Secara biologis, apel busuk melepaskan gas etilen yang mempercepat pembusukan apel sehat di sekitarnya. Secara metafora, ini menggambarkan bagaimana satu orang negatif dapat merusak satu kelompok.

Hanya sedikit ragi saja sudah cukup untuk mengembangkan seluruh adonan. (Galatia 5:9)

Ragi bekerja secara perlahan, diam-diam, dan tanpa suara. Kita tahu ragi bekerja ketika adonan sudah mengembang. Hanya orang yang tersakiti (biasanya tidak menyadari ada luka di batinnya) yang akan menyakiti orang lain.

Ragi membuat adonan mengembang dari dalam. Ketika kita mendengar perkataan-perkataan negatif, seringkali kita tidak sadar bahwa kata-kata tersebut meracuni jiwa kita dan perlahan-lahan menyerap energi kita sampai habis. Akhirnya, jiwa kita merasa lelah, fisik kita pun ikut merasa lelah.

Ragi butuh waktu sampai adonan mengembang sempurna. Orang yang gampang marah adalah orang yang menyimpan sakit hati selama bertahun-tahun.

Ragi akan mengubah apa pun yang disentuhnya. Jika kita bergaul dengan tukang gosip, kita akan menjadi tukang gosip.

Yang menarik adalah Yesus mengibaratkan Kerajaan Surga seperti ragi dalam adonan, yang artinya cara kerja dosa dan kebenaran itu sama. Ragi bekerja perlahan dan butuh waktu sampai adonan mengembang sempurna. Benih dosa dan kebenaran yang ditanam di dalam hati seseorang, butuh waktu untuk berkembang dan menjadi sempurna.

Yesus memberitahu mereka perumpamaan lain, "Kerajaan Surga ibarat ragi yang diambil seorang perempuan dan disembunyikan ke dalam 3 sata [lebih dari 30 liter] tepung kemudian menunggu sampai seluruh adonan mengembang." (Matius 13:33, Lukas 13:20-21)

RAGI FARISI DAN SADUKI

Yesus memperingatkan murid-murid-Nya untuk berhati-hati dengan ragi Farisi dan Saduki. Orang Farisi dan Saduki adalah orang-orang religius yang sangat taat pada Taurat. Namun mereka melakukannya bukan karena mereka mencintai TUHAN, tapi karena kewajiban sebagai orang Yahudi. Mereka selalu berusaha menunjukkan diri mereka sebagai orang religius di depan umum, dan merendahkan orang lain yang mereka anggap tidak religius.

Yesus mengatakan bahwa Tuhan justru memilih orang berdosa yang dengan rendah hati menyesali dosanya, bukan orang religius yang meninggikan dirinya (Luk 18:9-14). TUHAN melihat hati, bukan melihat yang dilihat mata manusia (1 Sam 16:7) dan TUHAN menginginkan kemurahan hati bukan ritual agama (Hos 6:6).

Pertama-tama Yesus mulai berbicara kepada murid-murid-Nya, "Berhati-hatilah kalian dengan ragi Farisi, yaitu kemunafikan. Karena tidak ada yang tertutup yang tidak akan disingkapkan, atau tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang kalian ucapkan dalam kegelapan akan terdengar dalam terang, dan apa yang kalian bisikkan di ruangan tertutup akan diumumkan di atas rumah." (Lukas 12:1-3)

Yesus berkata, "Mengapa kalian tidak mengerti bahwa Aku berbicara kepada kalian bukan mengenai roti, melainkan agar kalian berhati-hati terhadap ragi orang Farisi dan orang Saduki?" Kemudian mereka mengerti bahwa Dia menyuruh mereka untuk berhati-hati bukan terhadap ragi roti, tetapi terhadap pengajaran orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki. (Matius 16:11-12)

Bagaimana dengan orang-orang Kristen saat ini? Apakah ada orang Kristen yang tampak seperti hamba Tuhan tapi sebenarnya adalah hamba Setan? Banyak. Berhati-hatilah, jangan sampai terkena raginya!

Semakin hari semakin banyak pengajaran yang menyimpang dari alkitab. Gereja Katolik Roma dan Anglikan Inggris mengizinkan pemberkatan homoseksual. Gereja-gereja Karismatik lebih berfokus untuk membuat mimbar menjadi tempat hiburan rohani. Banyak pendeta yang memanfaatkan ayat-ayat alkitab untuk memperkaya dirinya sendiri. Masih banyak lagi yang tidak bisa dituliskan satu per satu disini. Pada intinya adalah yang tidak sesuai dengan alkitab, dijauhi saja. Jangan sampai terkena raginya! 

RAGI HERODES

Jadi Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Berhati-hatilah! Jaga diri kalian dari ragi Farisi dan ragi Herodes!" (Markus 8:15)

Herodes Agung adalah raja Yahudi yang dipilih oleh pemerintah Romawi. Herodes adalah orang Iduma (keturunan Esau). Herodes Agung berkata kepada orang Majus bahwa dia ingin menyembah bayi Yesus, namun sebenarnya dia ingin membunuh bayi Yesus supaya nubuatan para nabi mengenai Mesias (Raja) Yahudi tidak terjadi.

Herodes Antipas (penerus Herodes Agung) dikenal sebagai raja Yahudi yang sangat kejam. Dia memenggal kepala Yohanes Pembaptis (Mat 14:1-12, Mar 6:14-29).

Herodes Agripa I (penerus Antipas) menganiaya jemaat mula-mula yang ada di wilayah Yudea dan membunuh Yakobus anak Zebedeus (murid Yesus) pada Hari Raya Paskah tahun 44 M (Kis 12:2-3).

Ragi Herodes adalah politisi-politisi busuk yang hanya mementingkan kekuasaan dan memperkaya diri sendiri, tanpa peduli pada kesejahteraan rakyat. Ragi Herodes juga adalah pemerintah yang menganiaya orang-orang Kristen, seperti di Iran, Cina, negara-negara Muslim, dll. Sekarang terjadi di negara-negara barat, seperti di Inggris dan Australia, orang yang menginjili di tempat umum bisa dijebloskan ke dalam penjara. Ragi Herodes bisa juga propaganda politik yang dibungkus "kemanusiaan" tapi sebenarnya untuk mendukung terorisme dan jihad. Berhati-hatilah!

PENUTUP

Seperti sedikit ragi bisa membuat adonan mengembang, demikianlah sedikit dosa ketika sudah berkembang akan mencuri sukacita kita, membuat hati kita jadi keras, dan membuat hidup kita jadi pahit. Sedikit dosa saja bisa merusak seluruh kehidupan kita, makanya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita pikirkan, apa yang kita ucapkan, apa yang kita dengar, apa yang kita lakukan, dengan siapa kita bergaul, dan berapa lama kita menghabiskan waktu di media sosial.

Kesombonganmu tidak baik. Tidakkah kalian tahu bahwa sedikit ragi akan mempengaruhi seluruh adonan? Karena itu, bersihkanlah ragi yang lama, supaya kalian bisa menjadi adonan yang baru, karena kalian memang tidak beragi. Karena Kristus, anak domba Paskah kita telah dikurbankan untuk kita. Oleh karena itu, marilah kita merayakan perjamuan ini, bukan dengan ragi yang lama, bukan dengan ragi kebencian dan kejahatan, tapi dengan roti tanpa ragi yaitu kemurnian dan kebenaran. (1 Korintus 5:6-8)

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk membuang semua ragi, bukan berarti mereka tidak boleh makan roti, tapi Tuhan menggantinya dengan roti tanpa ragi yang murni dibuat dari tepung dan air, tanpa campuran bahan lain.

Pada momen Paskah ini, jangan hanya membersihkan rumah, hati kita pun harus dibersihkan. Ini adalah sebuah panggilan untuk menguji hati kita, untuk bertobat, untuk berjalan dalam kemurnian dan kebenaran.

Seperti bangsa Israel bergegas meninggalkan Mesir, kita juga dipanggil untuk segera meninggalkan kehidupan lama kita dan melangkah menuju kebebasan.

Setelah Yesus membersihkan Rumah Bapa-Nya, orang buta dan pincang mendatangi Yesus dan Yesus menyembuhkan mereka. Tubuh kita adalah Rumah Tuhan, jika kita sebagai anak Tuhan sudah membersihkannya dari ragi (dosa), Tuhan pasti akan menyembuhkan kita. Hidup kita akan menjadi manis kembali. Amen.

Comments