YESUS DITUDUH MENGHUJAT TUHAN
Ketika Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di kota Kapernaum, ada 4 orang membuka atap rumah tersebut demi membawa seorang lumpuh kepada Yesus.
Ketika Yesus melihat iman mereka, Dia berkata kepada orang yang lumpuh itu, "Anak, dosa-dosamu sudah diampuni." Tetapi disana ada beberapa ahli Taurat sedang duduk dan berpikir dalam hati mereka, "Mengapa orang ini mengucapkan kata-kata penghujatan seperti ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Tuhan? (Markus 2:5-7)
Pada Hari Raya Hanukah, Yesus berada di Bait Suci, kemudian datanglah orang-orang Yahudi untuk meminta kepastian apakah Yesus adalah Kristus. Yesus menjawab mereka bahwa pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan atas nama Bapa menunjukkan Dia adalah Kristus.
Yesus menjawab mereka, "Aku dan Bapa adalah satu." Kemudian orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Dia. Yesus menjawab mereka, "Banyak pekerjaan baik dari Bapa-Ku telah Kutunjukkan kepadamu. Karena pekerjaan-pekerjaan yang mana, kalian melempari Aku dengan batu?" Orang-orang Yahudi menjawab-Nya, "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari-Mu, tetapi karena Engkau menghujat Tuhan dan karena Engkau adalah seorang manusia tapi menjadikan diri-Mu Tuhan." (Yohanes 10:30-33)
Setelah selesai menikmati perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya, Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa. Setelah selesai berdoa, Dia ditangkap dan dibawa ke istana Imam Besar Kayafas.
Lalu imam besar berkata kepada Yesus, "Saya meminta-Mu untuk bersumpah demi Tuhan yang hidup, supaya Engkau memberitahu kami apakah Engkau adalah Kristus, Anak Tuhan!" Yesus berkata kepadanya, "Anda sudah mengatakannya. Namun demikian, Saya berkata kepada anda: Suatu hari nanti kalian akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Kekuasaan [Tuhan], dan datang di awan-awan surga." Kemudian imam besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata, "Dia telah menghujat Tuhan. Untuk apa lagi kita perlu saksi-saksi? Kalian telah mendengar penghujatan-Nya." (Matius 26:63-65)
HUKUMAN MENGHUJAT TUHAN MENURUT TAURAT
Orang yang menghujat nama TUHAN [YHVH], dia harus dihukum mati. Seluruh komunitas harus melemparinya dengan batu. Baik orang asing maupun yang lahir di negeri itu, ketika dia menghujat nama itu [TUHAN] harus dihukum mati. (Imamat 24:16)
SIAPA YESUS?
Ketika Yesus selesai dibaptis dan keluar dari air, surga terbuka dan Roh Tuhan seperti seekor merpati turun ke atas-Nya.
Dan terdengarlah sebuah suara dari surga, "Ini adalah Anak-Ku yang Kukasihi. Aku sangat berkenan kepada-Nya." (Matius 3:16-17)
Nabi Yesaya bernubuat bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan.
Karena seorang anak dilahirkan bagi kita, seorang putra diberikan kepada kita. Pemerintahan akan berada di pundaknya, dan dia akan disebut Penasehat Ajaib, Tuhan yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5)
Bapa sudah memberikan semua kekuasaan di surga dan di bumi kepada Yesus (Mat 28:18) dan hanya melalui Yesus, manusia bisa mendapatkan hidup abadi (Yoh 3:16,35-36).
Bapa mengasihi Anak dan sudah memberikan segala hal ke dalam tangan-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, memiliki hidup yang kekal, tetapi barangsiapa yang tidak taat kepada Anak, tidak akan melihat hidup, tapi tetap berada di bawah murka Tuhan. (Yohanes 3:35-36)
Dari sudut pandang Yesus, Dia yang menciptakan surga, bumi, dan segala isinya termasuk manusia (Yoh 1:3, Kol 1:16-17). Dia adalah pancaran kemuliaan Tuhan (Ibr 1:3). Dia adalah perwujudan Tuhan (Kol 1:15). Dia adalah Firman Tuhan yang menjadi manusia (Yoh 1:14). Dia punya kuasa untuk memberikan hidup abadi kepada manusia. Dia juga punya kuasa untuk mengampuni dosa.
Dari sudut pandang orang Yahudi, Yesus hanyalah seorang manusia biasa, sementara Tuhan adalah Roh yang bertahta di surga.
Orang-orang Yahudi marah kepada Yesus karena mereka tidak mengerti keilahian Yesus. Mereka tidak percaya kepada Yesus karena mereka bukan bagian dari kawanan domba yang digembalakan oleh Yesus.
KENAPA YESUS DISALIBKAN, BUKAN DILEMPARI BATU?
Ketika Yesus dibawa kepada Imam Besar Kayafas, mereka tidak menemukan satu pun kesalahan Yesus (Mat 26:60, Mar 14:55-59). Namun ketika Yesus mengatakan bahwa mereka akan melihat Yesus duduk di sebelah kanan Bapa, disitulah mereka mendapat kesempatan untuk menghukum mati Yesus dengan dakwaan menghujat Tuhan.
Kemudian, mereka membawa Yesus kepada Gubernur Pilatus dengan beberapa tuduhan, salah satunya adalah Yesus menghasut orang-orang Yahudi supaya tidak membayar pajak kepada kaisar. Pilatus tidak menemukan satupun kesalahan pada Yesus (Mat 27:18,19,23, Luk 23:4,14-15,22, Yoh 18:38, 19:4), tapi karena desakan massa (dipengaruhi oleh imam-imam kepala) maka Pilatus memutuskan Yesus disalibkan. Ini adalah metode eksekusi brutal khas Romawi untuk pemberontak dan budak.
Yesus mati di kayu salib, sudah diatur oleh Tuhan termasuk kapan Yesus lahir (Gal 4:4-5), kapan Yesus mati (Efe 1:7-10), dengan cara apa Yesus mati (Yoh 18:32, Mat 16:21, 17:22-23, 20:17-19).
Bagaimana dosa masuk ke dalam dunia ini? Manusia pertama dan istrinya memakan buah dari pohon terlarang. Bahasa Yunani yang digunakan untuk "kayu salib" adalah "stauros (σταυρός)" yang juga berarti "pohon." Tuhan menaruh Yesus kembali ke pohon (kayu salib) bagi anda dan saya, bagi umat manusia, untuk membatalkan dosa yang diwariskan oleh manusia pertama dan istrinya.
Hukuman kepada manusia jika memakan buah dari pohon terlarang adalah kematian (Kej 2:17). Namun, orang-orang yang percaya kepada Yesus akan hidup abadi (Yoh 3:16, 10:28, 17:3).
Karena kematian datang melalui seorang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang melalui seorang manusia. Sama seperti dalam Adam, semua orang mati, demikian juga dalam Kristus, semuanya akan dihidupkan kembali. (1 Korintus 15:21-22)
Kenapa tangan Yesus ditusuk? Manusia menggunakan tangannya untuk mengambil buah dari pohon terlarang dan memakannya.
Tubuh bagian samping (iga atau pinggang) Yesus ditusuk karena Hawa diambil dari salah satu tulang rusuk (iga) Adam, dan Hawalah yang membuat Adam jatuh ke dalam pencobaan. Jadi, Yesus tidak hanya menebus kesalahan Adam, tetapi juga kesalahan Hawa. Yesus melahirkan Hawa yang baru yaitu gereja (pengantin perempuan Anak Domba) yang dilahirkan dari samping (gereja adalah cabang liar yang dicangkokkan ke pohon zaitun sejati).
Kaki Yesus ditusuk berhubungan dengan nubuatan mesianik pertama: keturunan Hawa akan menghancurkan kepala ular dan ular akan menghancurkan kaki keturunannya (Kej 3:15). Dalam bahasa Ibrani, kata "adam (אָדָם)" artinya "manusia". Yesus disebut juga "Anak Manusia atau Anak Adam" karena Yesus adalah anak yang dijanjikan Tuhan untuk meremukkan kepala ular (setan).
Setan sedang mengejek janji-janji Tuhan. Dia seolah-olah berkata begini, "Aku akan memaku kakimu ke pohon supaya kau tidak bisa menghancurkan kepalaku. Kau tidak akan bisa mengalahkanku." Setan pikir dia sedang menggagalkan rencana Tuhan, tapi sebenarnya dia sedang mewujudkannya. Pesan moralnya adalah ketika orang lain melakukan yang jahat kepada kita, kita tidak perlu khawatir, karena Tuhan akan menggunakannya untuk kebaikan kita.
Mahkota duri ditaruh di kepala Yesus karena kutukan penciptaan: tanah akan menghasilkan semak duri dan tanaman berduri (Kej 3:18). Yesus menanggung duri-duri di kepalanya untuk mematahkan kutukan atas tanah, supaya tanah menghasilkan panen berlimpah.
Raja Daud bernubuat mengenai penyaliban Yesus.
Karena anjing-anjing telah mengepungku. Kumpulan orang-orang jahat telah mengelilingiku, mereka menusuk tangan-tanganku dan kaki-kakiku. (Mazmur 22:17)
Nabi Yesaya bernubuat mengenai penyaliban Yesus.
Sesungguhnya dia telah menanggung penyakit kita dan memikul rasa sakit kita, namun kita mengira dia kena hukuman, disiksa oleh Tuhan dan menderita. Tetapi, dia ditusuk karena dosa-dosa kita, dia mengalami memar-memar karena kejahatan kita. Hukuman ditimpakan kepadanya, untuk mendatangkan kedamaian bagi kita. Dan oleh luka-lukanya, kita disembuhkan. (Yesaya 53:4-5)
Nabi Zekariah bernubuat mengenai terjadinya pemulihan rohani atas orang-orang Yahudi. Mereka akan melihat bahwa Mesias yang mereka tunggu selama ini ternyata adalah Yesus yang disalibkan yang disembah oleh orang Kristen.
Aku akan mencurahkan Roh kasih karunia dan doa kepada kaum keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Mereka akan menatap-Ku yang telah mereka tusuk. Mereka akan meratapi-Nya seperti orang yang meratapi anak tunggalnya, dan akan berduka karena Dia seperti orang yang berduka karena anak sulungnya. (Zekaria 12:10)
SUDAH SELESAI (TETELESTAI)
Salib menjadi tempat dimana Yesus yang tidak berdosa tapi menanggung semua dosa kita, sehingga kita dibenarkan di hadapan Tuhan (2 Kor 5:21). Persis sebelum Yesus meninggal di kayu salib, Dia mengucapkan sesuatu yang sangat penting.
Setelah Yesus meminum air cuka itu, Dia berkata, "Sudah selesai [tetelestai Τετέλεσται]." Lalu Dia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30)
Dalam bahasa Yunani, kata "tetelestai (Τετέλεσται)" bisa berarti:
- dibayar lunas (dalam bisnis)
- misi/tugas sudah selesai dikerjakan
- pertempuran dimenangkan dan musuh sudah kalah (dalam militer)
Kata tetelestai (Τετέλεσται) adalah bentuk "perfect tense" dari kata kerja teleo (τελέω), yang menunjukkan bahwa tindakan tersebut telah selesai di masa lalu tetapi masih memiliki hasil yang berlanjut hingga saat ini.
Tetelestai adalah seruan kemenangan Yesus kepada Bapa: "Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaku." Pekerjaan apakah itu? Untuk membuat perjanjian baru antara Tuhan dan manusia, dengan mempersembahkan nyawa-Nya sebagai korban penebusan dosa umat manusia (Ibr 1:3, 10:12).
Kata kerja teleo (τελέω) berasal dari kata benda telos (τέλος) yang artinya "tujuan" atau "maksud." Telos adalah kata yang digunakan oleh Rasul Paulus ketika menulis pernyataan berikut ini:
Karena Kristus adalah tujuan [telos τέλος] dari Taurat yang menawarkan kebenaran kepada setiap orang yang percaya. (Roma 10:4)
Taurat dengan jelas mengajarkan bahwa tidak ada pengampunan dosa tanpa penumpahan darah (Ima 17:11, Ibr 9:22).
Karena nyawa makhluk hidup ada di dalam darah, dan Aku telah memberikannya kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi jiwamu karena darah itulah yang membuat pendamaian bagi jiwa. (Imamat 17:11)
Yesus sudah menyelesaikan misi-Nya. Dia sudah menang. Dia sudah menyerahkan nyawa-Nya. Dia sudah menebus kita dan dibayar lunas dengan darah-Nya. Semua dosa kita sudah diampuni dan semua kutuk dalam hidup kita sudah diubah menjadi berkat. Amen.

Comments
Post a Comment