MAKNA SHAVUOT (PENTAKOSTA)
Dalam bahasa Ibrani, "shavua (minggu)" berasal dari kata "sheva" yang berarti "tujuh" atau "perjanjian." Hal ini menunjukkan ada hubungan antara angka tujuh dengan perjanjian.
Shavuot artinya "minggu-minggu (tujuh-tujuh)," yang mengacu pada 7 minggu (7 x 7 = 49 hari).
Dalam bahasa Yunani, shavuot adalah "πεντηκοστή (pentēkostē)" yang artinya "ke-50" karena Shavuot dirayakan 50 hari setelah Paskah.
Kalian harus menghitung 7 minggu penuh dari hari setelah Sabat [Paskah], dari hari kalian membawa berkas panen [seikat jelai] sebagai persembahan yang dilambaikan, sampai hari setelah Sabat ke-7, kalian harus menghitung 50 hari, dan kalian harus mempersembahkan persembahan biji-bijian [gandum] yang baru kepada YHVH. (Imamat 23:15-16)
HARI RAYA SHAVUOT (PENTAKOSTA)
Pada tahun 1313 SM (tahun Ibrani 2448), YHVH menampakkan diri-Nya di atas Gunung Sinai dan memberikan Taurat kepada bangsa Israel. Inilah Shavuot (Pentakosta) pertama (Kel 19:16 - 20:18).
Pada tahun 30 M, setelah Yesus naik ke sorga dan murid-murid sedang merayakan Shavuot di Yerusalem, YHVH memberikan Roh Kudus kepada setiap murid Yesus (Kis 2:1-4).
Shavuot adalah penanda musim panen di tanah Israel. Panen jelai dimulai dari Paskah dan berakhir pada saat Shavuot. Sementara panen gandum dimulai saat Shavuot (Kel 34:22).
Shavuot disebut juga sebagai "Hari Buah Sulung (Yom haBikkurim)" dimana bangsa Israel mempersembahkan buah sulung (minimal 1/60 dari panen pertama) yang terbaik ke Bait Suci di Yerusalem (Ima 23:17).
| No. | Shavuot di Gunung Sinai | Pentakosta di Gunung Sion |
|---|---|---|
| 1 | Lahirnya bangsa Israel. | Lahirnya gereja. |
| 2 | Perkawinan antara YHVH dengan bangsa Israel (Kel 19:5). | Gereja adalah mempelai wanita Anak Domba (Wah 19:7-8). |
| 3 | Israel adalah sebuah kerajaan yang memiliki imam-imam yang melayani YHVH (Kel 19:6). | Gereja adalah imam-imam yang melayani Raja di atas segala raja (1 Pet 2:9-10, Wah 5:10). |
| 4 | Semua orang Israel (tercatat 603.550 pria dewasa, mungkin sekitar 2-3 juta termasuk perempuan dan anak-anak) berkumpul di dekat kaki Gunung Sinai. | Semua murid Yesus (berjumlah 120 orang) berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem (Gunung Sion). |
| 5 | Angin badai mengguncang seluruh gunung. | Suara dari langit seperti raungan angin kencang memenuhi seluruh rumah. |
| 6 | Semua orang melihat YHVH turun di dalam api ke atas Gunung Sinai (satu api untuk satu bangsa, kehadiran YHVH eksternal). | Roh YHVH muncul seperti lidah api dan mengisi setiap orang (satu api untuk satu orang, kehadiran YHVH internal). |
| 7 | Menurut literatur para rabbi, api terbelah dan hinggap di atas kepala para tetua. Mereka menerima wewenang rohani untuk memimpin umat Israel. | Lidah api hinggap di atas setiap rasul. Mereka menerima kuasa untuk menyebarkan Injil keluar dari tanah Israel kepada semua bangsa. |
| 8 | Suara YHVH terbagi menjadi 70 bahasa, sehingga orang-orang bisa mengerti perkataan YHVH dalam bahasa masing-masing. | Para murid diberikan kemampuan bahasa-bahasa yang dimengerti oleh orang-orang Yahudi diaspora yang sedang melakukan ziarah Shavuot hari itu. |
| 9 | YHVH menuliskan Perjanjian Musa pada loh-loh batu (Kel 31:18). | Yesus menuliskan Perjanjian Baru pada loh-loh hati (2 Kor 3:3). |
| 10 | YHVH memberikan Taurat kepada bangsa Israel. | Yesus memberikan Roh-Nya kepada murid-murid-Nya. |
| 11 | YHVH akan memberkati setiap orang yang mempraktekkan Taurat dan menimpakan kutuk bagi yang tidak mempraktekkannya. | Roh Kudus akan menemani dan menolong orang percaya selama hidup di dunia. |
| 12 | Setelah Musa turun dari gunung, kaum Lewi membunuh 3.000 orang Israel yang berdosa menyembah Anak Lembu Emas (Kel 32:28). | Setelah Petrus berkotbah, 3.000 orang menerima kehidupan yang baru karena dosa mereka sudah diampuni melalui Darah Yesus (Kis 2:41). |
| 13 | Merayakan hasil panen pertama (buah sulung). | Menandai panen jiwa-jiwa pertama. |
MEMBALIKKAN PERISTIWA BABEL
Setelah banjir Nuh, hanya ada satu bahasa di muka bumi ini dan pada masa itu, orang-orang berencana membuat sebuah menara yang mencapai surga (Kej 11:1-9).
Persis setelah cerita Menara Babel, alkitab menuliskan mengenai Abraham. YHVH memberkati Abraham dan keturunannya serta memberikan tanah kepada mereka (Kej 12:1-3).
Ratusan tahun kemudian... setelah keluar dari perbudakan Mesir menuju tanah yang dijanjikan tersebut, keturunan Abraham berada di Sinai untuk menerima pewahyuan dari YHVH. Menurut literatur para rabbi, ketika YHVH berbicara dari atas Gunung Sinai, suara YHVH terbagi menjadi 70 bahasa, sehingga orang-orang non-Israel yang ikut bersama mereka bisa mengerti perkataan YHVH.
Seribuan tahun kemudian... saat murid-murid Yesus sedang merayakan Shavuot di Yerusalem, Roh YHVH memampukan mereka untuk berbicara bahasa-bahasa lidah yang dimengerti oleh orang-orang Yahudi diaspora yang sedang melakukan ziarah Shavuot hari itu, seperti bahasa lidah Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Mesir, Libya, Roma, Arab, dll.
Peristiwa Shavuot (Pentakosta) merupakan pembalikan dari peristiwa menara Babel.
Di Babel, manusia berencana untuk membuat sebuah nama dan tidak berserak ke seluruh dunia, namun YHVH menyerakkan mereka.
Di Sinai, Tuhan mengungkapkan nama-Nya yang sakral yaitu "YHVH" supaya dimanapun orang Israel berserak, mereka dikumpulkan dibawah YHVH.
Di Babel, bahasa-bahasa memisahkan umat manusia.
Pada Pentakosta, bahasa-bahasa mempersatukan umat manusia untuk menerima Firman YHVH.
Di Babel, bangsa-bangsa diserakkan.
Pada Pentakosta, bangsa-bangsa dikumpulkan.
Di Babel, umat manusia mencoba mencapai surga.
Pada Pentakosta, surga turun menjangkau umat manusia.
Sebuah benang merah yang membentang dari Babel ke Sinai. Dari Sinai ke Yerusalem. Dari Yerusalem ke bangsa-bangsa. Lalu pada akhirnya, semua bangsa akan berdiri di hadapan tahta Anak Domba.
SHAVUOT DI GUNUNG SINAI
Shavuot di Gunung Sinai merupakan perkawinan antara YHVH dengan bangsa Israel.
Kenapa dikatakan perkawinan? Karena YHVH membuat perjanjian dengan bangsa Israel, seperti perjanjian perkawinan yang mengikat sampai selama-lamanya.
Musa naik menghadap Tuhan, dan YHVH memanggilnya dari atas gunung dan berkata, "Kau harus mengatakan begini kepada kaum Yakub dan beritahukan kepada orang-orang Israel: 'Kalian sudah melihat apa yang Aku lakukan terhadap orang-orang Mesir, dan bagaimana Aku membawa kalian di atas sayap-sayap elang-elang, dan membawa kalian kepada-Ku. Oleh karena itu, jika kalian benar-benar mendengarkan suara-Ku dan memegang perjanjian-Ku, maka kalian akan menjadi harta milik-Ku sendiri dari antara semua bangsa karena seluruh bumi adalah milik-Ku. Kalian bagi-Ku akan menjadi sebuah kerajaan yang memiliki imam-imam dan sebuah bangsa yang kudus.' Inilah perkataan yang harus kau ucapkan kepada orang-orang Israel." (Keluaran 19:3-6)
Seluruh umat menjawab serempak dan berkata, "Semua yang YHVH katakan akan kami lakukan." (Keluaran 19:8)
Ini adalah bahasa perjanjian.
YHVH memilih bangsa Israel dari antara semua bangsa di muka bumi ini dan menjadikan mereka sebagai sebuah bangsa yang kudus dan satu-satunya umat milik-Nya serta memberikan Taurat (Torah) kepada mereka.
Dalam bahasa Ibrani, "torah" secara harafiah berarti: instruksi, pengajaran, atau arahan. Taurat (Torah) adalah instruksi-instruksi yang diberikan oleh YHVH kepada bangsa Israel untuk menunjukkan atau membimbing mereka ke jalan yang benar, seperti orang tua yang mengarahkan anaknya atau pemanah yang membidik anak panah ke arah target.
PENTAKOSTA DI YERUSALEM (GUNUNG SION)
Tak lama setelah mengucapkan janji setia kepada YHVH, bangsa Israel menyembah patung Anak Lembu Emas, ibarat masih dalam suasana bulan madu, istri sudah selingkuh, yang membuat YHVH sangat marah dan ingin membinasakan semua orang Israel. Musa juga sangat marah, dengan penuh emosi dia melemparkan 2 loh batu yang sedang dipegangnya hingga hancur berkeping-keping.
Bangsa Israel berkali-kali jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, sehingga YHVH mengirimkan musuh untuk menindas mereka. YHVH juga memerintahkan supaya tanah beristirahat setiap Tahun Sabat (tahun ke-7), namun mereka tidak melakukannya, sehingga YHVH mengirimkan pasukan Babilonia untuk menghancurkan Yerusalem dan membawa mereka ke pengasingan di Babilonia supaya tanah Israel bisa beristirahat.
Walaupun bangsa Israel (istri) tidak setia, namun YHVH (suami) tetap setia. Hanya pihak suami yang bisa mengajukan perceraian dan YHVH tidak pernah menceraikan bangsa Israel. Bahkan YHVH ingin memperbaiki hubungan dengan membuat perjanjian yang baru dengan mereka. Perjanjian yang berbeda dengan perjanjian di Gunung Sinai (Yer 31:30-32, Ibr 8:8-10), dimana YHVH tidak hanya menuntut kesetiaan tapi juga transformasi (Ula 30:6, Yeh 36:26-27). Taurat tidak lagi ditulis pada loh-loh batu, tapi ditulis pada loh-loh hati. Apa yang dulunya berupa perintah eksternal berubah menjadi transformasi internal. Setia kepada YHVH bukan hanya karena perjanjian, tapi karena rasa cinta kepada YHVH.
2.000 tahun yang lalu, Yesus datang ke dunia ini untuk mengesahkan Perjanjian Baru tersebut dengan memberikan nyawa-Nya (Mat 26:28, Luk 22:20, 1 Kor 11:25).
Kemudian Yesus mengambil cawan itu dan mengucap syukur dan memberikannya kepada murid-murid, dan berkata, "Kalian semua, minumlah dari cawan ini! Karena ini adalah darah-Ku yang mengesahkan Perjanjian Baru, yang ditumpahkan kepada banyak orang untuk pengampunan dosa." (Matius 26:27-28)
Setelah Yesus naik ke surga, saat murid-murid-Nya sedang merayakan Shavuot, Roh YHVH muncul seperti lidah-lidah api dan mengisi setiap orang. Pergeseran ini sangat mendalam, dari YHVH berada di tengah-tengah mereka (Shavuot di Gunung Sinai) menjadi YHVH berada di dalam diri mereka (Pentakosta di Gunung Sion).
SATU MANUSIA BARU
Pada perayaan Shavuot, imam besar akan melambaikan 2 roti beragi di depan altar kepada YHVH. Namun, sejak Bait Suci hancur pada tahun 70 M, ritual ini tidak dilakukan lagi.
Kalian harus membawa dari rumah kalian dua roti persembahan yang dilambaikan, yang dibuat dari dua persepuluh efa [4,4 liter]. Roti-roti tersebut harus terbuat dari tepung terbaik, memakai ragi, lalu dipanggang, sebagai panen pertama kepada YHVH. (Imamat 23:17)
Jika saat Paskah, YHVH memerintahkan bangsa Israel untuk membuang ragi, tapi pada saat Shavuot, justru harus pakai ragi.
Ragi melambangkan dosa.
Roti tanpa ragi melambangkan Yesus.
Roti beragi melambangkan manusia berdosa.
Pada hari raya Pentakosta, imam besar kita, Yesus Kristus akan melambaikan dua roti beragi yang melambangkan orang Israel dan non-Israel sebagai panen jiwa-jiwa pertama. Orang Israel dan non-Israel akan menjadi "satu manusia baru" (Efe 2:15). Orang-orang dari setiap bahasa dan bangsa akan dipanggil dan dikumpulkan untuk menjadi bagian dari kerajaan surga.
Tetapi kalian adalah orang-orang yang dipilih, imam-imam kerajaan, sebuah bangsa yang kudus, umat milik Tuhan, agar kalian menyatakan pujian kepada Dia yang telah memanggil kalian keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib. (1 Petrus 2:9)
Yesus akan menjemput mempelai wanita-Nya (satu manusia baru) pada hari raya Pentakosta. Ketika kita bersukacita di surga menikmati perjamuan kawin Anak Domba, bumi dikuasai oleh anti-Kristus (new world order, one world government).
Anti-Kristus akan menajiskan Bait Suci di Yerusalem. Bangsa-bangsa akan menyerang negara Israel.
Kedatangan Yesus yang kedua adalah untuk menyelamatkan bangsa Israel dan juga dunia dari anti-Kristus. Yesus akan mendirikan Kerajaan Surga di Sion (Yerusalem) dan menjadi raja Israel.
Karena YHVH sudah memilih Sion, Dia menginginkannya sebagai tempat kediaman-Nya: Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya. Di sinilah Aku akan tinggal karena Aku sangat menginginkannya. (Mazmur 132:13-14)
Gereja tidak pernah menggantikan bangsa Israel. Justru orang-orang Kristen (yang namanya tertulis dalam Buku Kehidupan Anak Domba) yang berasal dari berbagai bangsa yang akan dimasukkan menjadi warga negara Israel (bangsa yang kudus) karena kita sudah dipilih untuk melayani Tuhan Yesus, Raja di atas segala raja. Amen.
Comments
Post a Comment