TUHAN Memberi Kesempatan Kedua

PASKAH KEDUA

Paskah adalah hari dimana TUHAN membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Paskah dirayakan pada tanggal 14 Nisan (Nisan adalah bulan pertama dalam kalender Ibrani).

Dan mereka merayakan Paskah pada tanggal 14 bulan pertama [14 Nisan] pada waktu senja, di padang gurun Sinai. Orang-orang Israel melakukan sesuai dengan segala yang diperintahkan YHVH kepada Musa. (Bilangan 9:5)

Beberapa orang Israel datang kepada Musa. Mereka tidak bisa merayakan Paskah karena tidak memenuhi syarat untuk melakukan ritual Paskah. Mereka tidak mengeluh, mereka hanya ingin merayakan Paskah. Lalu apa kata TUHAN kepada mereka?

YHVH berkata kepada Musa, "Katakanlah kepada orang-orang Israel: 'Jika ada orang diantara kalian atau keturunan kalian najis karena menyentuh mayat atau sedang berada dalam perjalanan jauh, dia harus tetap merayakan Paskah kepada YHVH. Mereka harus merayakannya pada tanggal 14 bulan kedua.'" (Bilangan 9:9-11)

TUHAN tidak mengabaikan mereka. TUHAN memberikan kesempatan kedua.

Tiga puluh hari kemudian, pada tanggal 14 Iyar (Iyar adalah bulan kedua dalam kalender Ibrani), mereka bisa membawa kurban Paskah mereka kepada TUHAN. Paskah ini disebut Paskah Kedua (Pesach Sheni). Paskah dirayakan pada saat bulan purnama, makanya Paskah Kedua juga dirayakan pada saat bulan purnama.

BULAN KEDUA, KESEMPATAN KEDUA

Pada bulan kedua, banjir Nuh berakhir dan bumi sepenuhnya kering (Kej 8:14). Nuh, keluarganya, dan semua binatang keluar dari bahtera dan memulai kehidupan dari awal lagi. Kesempatan kedua untuk hidup di dunia ini.

Daud ingin membangun rumah permanen untuk TUHAN, namun TUHAN tidak mengizinkannya karena tangannya sudah membunuh banyak orang. TUHAN memberi kesempatan tersebut kepada anaknya. Salomo mulai mendirikan Bait Suci pada bulan kedua (1 Raj 6:1), 480 tahun setelah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Pada tahun kedua bulan kedua setelah bangsa Israel kembali dari pengasingan di Babilonia, Zerubabel dan Yeshua mulai membangun Bait Suci kedua (Ezr 3:8).

Pertama kali orang-orang Israel berserak keluar dari tanah Israel adalah saat diserang oleh Ashur (732 SM) dan Babilonia (606 SM). Lalu, 70 tahun kemudian, Persia mengalahkan Babilonia dan mengizinkan orang Yahudi kembali ke tanah Israel dan membangun Bait Suci kedua. Kedua kalinya orang-orang Israel berserak keluar dari tanah Israel adalah saat pemberontakan Bar Kokhba (135 M) melawan pemerintah Romawi yang berkuasa di tanah Israel saat itu. Setelah 2.000 tahun, orang-orang Israel yang menyebar ke seluruh penjuru dunia dikumpulkan kedua kalinya ke tanah Israel.

Pada pertemuan kedua, Yusuf mengungkapkan identitas aslinya kepada saudara-saudara kandungnya dan memaafkan mereka (Kis 7:13). Dia bahkan membawa semua keluarganya ke Mesir supaya mereka tidak kelaparan di tanah Kanaan.

Dalam kitab Para Rasul, Tuhan memperingatkan Petrus sebanyak dua kali apa yang telah Tuhan sucikan tidak boleh dibilang najis (Kis 10:15). Tuhan mau mengumpulkan orang-orang bukan Yahudi (yang najis dinyatakan suci), dan memasukkan mereka ke dalam keluarga Tuhan.

KESEMPATAN KEDUA YANG PALING PENTING

Rasul Paulus menjelaskan dalam surat-suratnya bahwa Yesus adalah pemberian kesempatan kedua yang utama bagi umat manusia.

Manusia pertama berasal dari tanah, dibuat dari debu. Manusia kedua berasal dari surga. (1 Korintus 15:47)

Dalam bahasa Ibrani, kata "adam" artinya "manusia." Jadi, bisa diterjemahkan begini: Adam pertama berasal dari tanah, Adam kedua berasal dari surga. Yesus adalah "Adam kedua" yang datang untuk memperbaiki kesalahan "Adam pertama."

Perjanjian TUHAN dengan bangsa Israel disahkan dengan darah anak domba Paskah yang dioleskan pada kusen pintu pada malam sebelum bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Bangsa Israel berjanji untuk setia kepada TUHAN, namun kenyataannya mereka tidak setia. Karena perjanjian yang pertama sudah dilanggar berkali-kali, kemudian, TUHAN berinisiatif untuk memperbaharui perjanjian-Nya dengan bangsa Israel (Yer 31:30-32, Ibr 8:8-10). Yesus datang ke dunia ini untuk mengesahkan perjanjian baru tersebut (Mat 26:28, Luk 22:20, 1 Kor 11:25).

Yesus berkata, "Inilah darah-Ku yang mengesahkan Perjanjian Baru, yang ditumpahkan kepada banyak orang untuk mengampuni dosa-dosa." (Matius 26:28)

Sebab jika perjanjian pertama itu sempurna, tidak perlu ada perjanjian kedua. (Ibrani 8:7)

Paskah merupakan momen Yesus mengorbankan nyawa-Nya sendiri. Karena Yesus sudah bangkit dari kematian, sekarang kita dapat dilahirkan kembali, memulai kehidupan baru, untuk kedua kalinya, dan memiliki harapan untuk hidup abadi bersama Yesus.

Yesus menjawab Nikodemus, "Aku katakan kepadamu jika seseorang tidak dilahirkan kembali, dia tidak bisa melihat kerajaan Tuhan." Nikodemus berkata kepada-Nya, "Bagaimana mungkin seseorang dilahirkan kembali jika dia sudah tua? Apakah dia bisa masuk ke rahim ibunya untuk kedua kalinya lalu dilahirkan?" Yesus menjawab, "Ya, kau benar. Aku katakan kepadamu jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Tuhan." (Yohanes 3: 3-5)

Saat ini, kita sedang menantikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Pada kedatangan-Nya yang pertama, Yesus ditolak oleh umat-Nya sendiri. Penolakan ini membuat bangsa-bangsa di seluruh dunia bisa ikut masuk dan menjadi bagian dari Kerajaan Surga. Kedatangan Yesus yang kedua akan menjadi kesempatan kedua bagi umat Israel untuk menerima Mesias mereka. Seperti yang dijelaskan oleh Rasul Paulus, mereka akan bersukacita menyambut Yesus, banyak cabang zaitun asli akan dicangkokkan kembali ke pohonnya. Yesus akan mengampuni dosa-dosa mereka dan menyelamatkan mereka dari anti-Kristus.

PENUTUP

Ketika beberapa orang Israel kehilangan momen Paskah, mereka memberanikan diri untuk meminta kesempatan baru dan Tuhan mengabulkan permintaan mereka. Tuhan memberikan Paskah Kedua. Hal ini mengajarkan kita bahwa selalu ada kesempatan kedua.

Kesempatan kedua bukanlah sekedar sebuah penghiburan, ini adalah sebuah prinsip yang ditulis dalam kita suci kita.

Apakah anda merasa sudah melewatkan momen anda?
Mintalah kesempatan yang baru kepada Tuhan.

Mintalah dan akan diberikan kepada kalian. Carilah dan kau akan menemukannya. Ketoklah dan akan dibukakan untuk kalian. (Matius 7:7)

Setiap kali kita gagal dan meleset dari sasaran, Tuhan telah menyediakan kesempatan kedua bagi kita. Kesempatan untuk memulai kembali.

Pasti ada pintu lain yang terbuka. Amen.

Comments